Kamis, 05 Mei 2016

Pengantar Akuntansi - Persediaan

PERSEDIAAN
Semua barang dagang yang dimiliki oleh perusahaan sampai akhir tahun harus dimasukkan dalam persediaan perusahaan pada waktu perhitungan akhir tahun fiskal, seperti:
 Barang konsinyasi yang masih di tangan pengecer,
 Barang yang masih dalam perjalanan di akhir tahun dengan syarat FOB shipping point, perusahaan bertindak sebagai pembeli,
 Barang yang masih dalam perjalanan di akhir tahun dengan syarat FOB destination, perusahaan bertindak sebagai penjual,
Pengaruh terhadap laporan keuangan jika penyajian persediaan akhir salah (asumsi jika persediaan akhir dicatat terlalu rendah $ 5.000):
Neraca:
Aktiva lancar ditetapkan terlalu rendah
$ 5.000
Total aktiva ditetapkan terlalu rendah
$ 5.000
Ekuitas pemilik ditetapkan terlalu rendah
$ 5.000
Laporan laba rugi:

COGS terlalu tinggi
$ 5.000
Laba kotor & laba bersih terlalu rendah
$ 5.000

Arus biaya persediaan ada 3 macam, yaitu FIFO, LIFO, Average. Meskipun ada satu lagi yaitu identifikasi khusus, tapi jarang digunakan. Metode ini biasanya digunakan oleh dealer mobil, toko perhiasaan, dan galeri barang seni. Contoh:
Kerjakan dengan menggunakan metode FIFO, LIFO, Average baik perpetual maupun periodik!

Tanggal
Transaksi
Unit
Harga per unit
1 Januari
Saldo awal persediaan
10
$ 20
4 Januari
Penjualan
7
$ 25
10 Januari
Pembelian
8
$ 21





22 Januari
Penjualan
4
$ 26
28 Januari
Penjualan
2
$ 27
30 Januari
Pembelian
10
$ 22

FIFO
Biaya yang dimasukkan dalam harga pokok penjualan di metode ini sesuai dengan urutan terjadinya.
Metode perpetual

Tanggal
Pembelian
COGS
Sisa Persediaan



Jumlah
Biaya
per unit

Total
Biaya


Jumlah
Biaya
per unit

Total
Biaya


Jumlah
Biaya
per unit

Total
Biaya
1 Jan






10
$20
$200
4 Jan



7
$20
$140
3
$20
$60
10 Jan
8
$21
$168



3
$20
$60







8
$21
$168
22 Jan



3
$20
$60







1
$21
$21
7
$21
$147
28 Jan



2
$21
$42
5
$21
$105
30 Jan
10
$22
$220



5
$21
$105







10
$22
$220

Jadi,
COGS    =           $140+$60+$21+$42
= $ 263

Persediaan akhir =         $ 105+$220
= $ 325
Metode periodik


Saldo awal persediaan
10 unit @ $ 20

Pembelian 10 Januari
8 unit @ $ 21

Pembelian 30 Januari
10 unit @ $ 22

Total penjualan
(13 unit)

Sisa persediaan akhir
15 unit

Jadi,


COGS:                 Biaya awal persediaan
10 unit @ $20
= $ 200
Biaya tanggal 10 Januari3 unit @ $21                    = $ 63       
Total COGS


$ 263
Persediaan akhir:
Sisa tanggal 10 Januari
5 unit @ $21
= $ 105

Sisa tanggal 30 Januari
10 unit @ 22
= $ 220
Total persediaan akhir


$ 325
Ternyata menghasilkan COGS dan persediaan akhir yang sama jika menggunakan FIFO baik perpetual maupun
periodik.


LIFO
Biaya yang dimasukkan dalam harga pokok penjualan di metode ini berbalikan dengan urutan terjadinya (dari akhir yang dibeli).





Metode Perpertual

Tanggal
Pembelian
COGS
Sisa Persediaan



Jumlah

Biaya per unit

Total
Biaya


Jumlah
Biaya
per unit

Total
Biaya


Jumlah

Biaya per unit


Total Biaya
1 Jan






10
$20
$200
4 Jan



7
$20
$140
3
$20
$60
10 Jan
8
$21
$168



3
$20
$60







8
$21
$168
22 Jan



4
$21
$84
3
$20
$60







4
$21
$84
28 Jan



2
$21
$42
3
$20
$60







2
$21
$42
30 Jan
10
$22
$220



3
$20
$60







2
$21
$42







10
$22
$220
Jadi,       COGS                  =           $140+$84+$42  = $ 266
Persediaan akhir =         $60+$42+$220  = $ 322
Metode periodik
Saldo awal persediaan                                10 unit @ $ 20
Pembelian 10 Januari                                 8 unit @ $ 21
Pembelian 30 Januari                                 10 unit @ $ 22
Total penjualan                                            (13 unit) Sisa persediaan akhir                                  15 unit Jadi,
COGS:                 Biaya tanggal 30 Januari10 unit @ $2 = $ 220
Biaya tanggal 10 Januari3 unit @ $21      = $ 63     
Total COGS                                                                                                 $ 283
Persediaan akhir:            Sisa awal persediaan      10 unit @ $2 = $ 200
Sisa tanggal 10 Januari  5 unit @ 21        = $ 105
Total persediaan akhir                                                                             $ 305
Ternyata menghasilkan COGS dan persediaan akhir yang berbeda jika menggunakan LIFO perpetual dan periodik.


AVERAGE
Metode perpetual

Tanggal
Pembelian
COGS
Sisa Persediaan


Jumlah
Biaya
per unit

Total Biaya

Jumlah
Biaya
per unit
Total
Biaya

Jumlah
Biaya per
unit
Total
Biaya
1 Jan






10
$20
$200
4 Jan



7
$20
$140
3
$20
$60
10 Jan
8
$21
$168



11
$20,73*
$228
22 Jan



4
$20,73
$83
7
$20,73
$145
28 Jan



2
$20,73
$41
5
$20,73
$104
30 Jan
10
$22
$220



15
$21,60*
$324





*($60+$168)/(3+8) unit = $ 20,73 per unit (hasil pembulatan)
*($104+$220)/(5+10) unit           = $ 21,60 per unit (hasil pembulatan)
Metode periodik
Saldo awal persediaan                 10 unit @ $ 20                 = $ 200
Pembelian 10 Januari                   8 unit @ $ 21                   = $ 168
Pembelian 30 Januari                   10 unit @ $ 22                 = $ 220
Total Biaya                                                                                    $ 588
Biaya rata-rata: $ 588/28 unit    = $ 21
Jadi,
COGS:
Penjualan                         13 unit @ 21     = $ 273
Persediaan akhir:
Sisa persediaan akhir     15 unit @ 21     = $ 315
Ternyata  menghasilkan  COGS dan persediaan akhir  yang berbeda  jika  menggunakan  Average  perpetual  dan periodik.


Penilaian persediaan selain dari Harga Pokok:
     Penilaian mana yang lebih rendah antara harga pokok atau harga pasar
Metode ini juga disebut sebagai metode LCM, keunggulannya bahwa laba kotor (dan laba bersih) akan berkurang dalam periode terjadinya penurunan nilai pasar.


Komoditas
Kuantitas persediaan
Harga per unit
Hatga pasar per

Total




unit
Biaya
Pasar
LCM
A
400
$1025
$950
$4.100
$3.800
$3.800
B
120
2250
2410
2.700
2.892
2.700
C
600
800
775
4.800
4.650
4.650
0
280
1400
1475
3.920
4.130
3.920

Total



$15.520
$15.472
$15.070

     Penilaian nilai realisasi bersih (NRV)
Barang dagang yang telah usang, rusak, cacat, atau yang hanya bisa dijual dengan harga di bawah harga pokok harus diturunkan nilainya. Barang dagang semacam itu harus dinilai pada nilai realisasi bersih. Nilai realisasi bersih (net realizable value/NRV) adalah estimasi harga jual dikurangi biaya pelepasan langsung, seperti komisi penjualan. Sebagai contoh, asumsikan barang yang telah rusak, yang berharga pokok $1.000, hanya dapat dijual dengan harga $800, dan beban penjualan langsung diestimasi sebesar $150. persediaan ini harus dinilai sebesar $650 ($800 - $150), yang merupakan nilai realisasi bersihnya.


Estimasi biaya persediaan jika tidak dilakukan system perpetual maupun periodik
Ada 2 cara yang bias dilakukan, yaitu:

1 Metode retail atau eceran, ilustrasi:


Harga Pokok
Harga Eceran
Persediaan barang dagang awal
19.400
36.000
Pembelian bersih bulan Januari
42.600
64.000
Barang tersedia dijual
Rasio biaya terhadap harga eceran:
62.000/100.000 = 62%
62.000
100.000





Penjualan bulan Januari

70.000
Persediaan barang dagang akhir

30.000
Persediaan barang dagang akhir:
30.000 x 62%
18.600

Asumsi di atas jika persediaan terdiri dari satu jenis kelas barang dengan tingkat laba kotor yang sama dan
tidak terjadi shrinkage, artinya perhitungan fisik sama dengan pencatatan.
2 Metode laba kotor, ilustrasi:

Persediaan barang dagang awal

57.000
Pembelian bersih bulan Januari

180.000
Barang tersedia dijual

237.000
Estimasi laba kotor adalah 30% dari penjualan


Penjualan bulan Januari bersih
250.000

Dikurangi estimasi laba kotor (30% x 250.000)
75.000

Estimasi COGS

(175.000)
Estimasi Persediaan barang dagang akhir

62.000

HiromiNews

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar